Kisah di Balik Bantuan BAZNAS Paser: Secercah Harapan dari Program "Paser Peduli"
06/07/2025 | Penulis: iqbal zulkarnain
BAZNAS Paser Bantu bantuan biaya hidup "Paser Peduli."
Tana Paser, 6 Juli 2025 – Di tengah hiruk pikuk kehidupan, masih ada tangan-tangan yang tak lelah mengulurkan bantuan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Paser, melalui program kemanusiaannya yang bertajuk "Paser Peduli", kembali membuktikan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat pra-sejahtera. Kali ini, fokus bantuan biaya hidup menyasar langsung kepada individu-individu yang selama ini berjuang menghadapi kerasnya hidup: Sahri, Nenek Nia, Bahri, Sarinah, dan Nenek Senami.
Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar angka atau paket sembako, melainkan napas baru, secercah harapan di tengah keterbatasan yang membelenggu.
Sahri: Harapan di Tengah Keterbatasan Fisik
Sahri, seorang fakir yang kesehariannya bergantung pada belas kasihan tetangga dan pekerjaan serabutan yang tak menentu, merasakan betul dampak dari uluran tangan BAZNAS Paser. Dengan keterbatasan fisik yang ia miliki, mencari nafkah menjadi tantangan yang amat berat. "Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Untuk makan saja kadang susah. Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan semua yang peduli," ujarnya dengan mata berkaca-kaca, menunjukkan betapa besar arti bantuan tersebut bagi kelangsungan hidupnya.
Nenek Nia dan Nenek Senami: Cahaya di Usia Senja
Di sudut desa yang berbeda, kisah pilu juga menyelimuti kehidupan Nenek Nia dan Nenek Senami. Kedua lansia ini hidup sebatang kara, dengan kondisi kesehatan yang kian menurun seiring bertambahnya usia. Tanpa sanak saudara yang bisa diandalkan dan tanpa penghasilan tetap, mereka kerap kali hanya bisa pasrah menunggu uluran tangan.
"Saya sudah tidak bisa bekerja berat lagi. Untuk makan sehari-hari saja mengandalkan pemberian tetangga. Bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu kami untuk bisa makan dan sedikit berobat," tutur Nenek Nia dengan suara lemah namun penuh syukur. Nenek Senami mengangguk setuju, senyum tipis terukir di wajah rentanya, menggambarkan kelegaan yang mendalam.
Bahri: Sendiri Menghadapi Kerasnya Hidup
Bahri, salah satu penerima manfaat lainnya, juga menghadapi perjuangan hidup yang tak mudah. Ia hidup sebatang kara, tanpa ada keluarga inti yang mendampingi. Sebagai seorang buruh lepas dengan pendapatan yang tidak menentu, setiap hari adalah perjuangan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Beban hidup terasa semakin berat ketika ia harus menghadapinya seorang diri.
"Saya hanya bekerja apa saja yang ada, kadang ada kadang tidak. Hidup sendiri itu kadang bingung mau mengadu ke siapa. Bantuan ini sangat membantu saya untuk membeli kebutuhan makan dan sedikit modal untuk bertahan hidup," ungkap Bahri, nada suaranya menunjukkan kelegaan yang besar. Kisahnya adalah potret nyata dari individu yang tak memiliki sandaran, namun terus berjuang demi kelangsungan hidup.
Sarinah: Perjuangan dalam Keterbatasan
Tak jauh berbeda, Sarinah juga menjadi salah satu penerima bantuan yang merasakan langsung uluran tangan BAZNAS Paser. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan biaya hidup ini menjadi penopang penting baginya untuk melanjutkan hidup di tengah berbagai kesulitan. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini sangat membantu saya untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar," kata Sarinah.
BAZNAS Paser: Jembatan Kebaikan Umat
Ketua BAZNAS Kabupaten Paser, Ir. H. Bachtiar Effendi, MT, menegaskan bahwa program "Paser Peduli" adalah wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola secara profesional. "Kami berkomitmen untuk terus menyalurkan dana ZIS ini kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti Sahri, Nenek Nia, Bahri, Sarinah, dan Nenek Senami. Ini adalah bukti bahwa kepedulian dan solidaritas umat mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan sesama," jelasnya.
BAZNAS Kabupaten Paser berharap, dengan adanya program-program seperti "Paser Peduli", semakin banyak mustahik yang merasakan manfaatnya, sehingga Kabupaten Paser dapat menjadi wilayah yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Kisah-kisah inspiratif dari para penerima manfaat ini menjadi pengingat bahwa setiap uluran tangan, sekecil apa pun, memiliki dampak yang luar biasa bagi mereka yang membutuhkan.
Berita Lainnya
BAZNAS Kabupaten Paser Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Muhammad Rayhan
Kajian Fiqih Zakat: Fi Sabilillah dalam Perspektif Syariat Zakat
ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PENGHASILAN KENA PAJAK
Rp24,5 Juta Infak UPZ Ponpes Al Mazaya Disalurkan ke BAZNAS Paser
BAZNAS Kabupaten Paser Salurkan Bantuan Fakir kepada Sahri
BAZNAS Kabupaten Paser Bantu Nenek Senami, Penjual Kacang di MTQ Tanah Grogot yang Kini Sakit
BAZNAS Kabupaten Paser Berkoordinasi dengan Kelurahan Long Ikis Membantu Nenek Dahlia
BAZNAS Kabupaten Paser Bantu Pengobatan Syawal Penderita Prostat
Bapak Zainuri Terima Bantuan Fakir dari BAZNAS Kabupaten Paser
Dinas Pekerjaan Umum Salurkan Infak Bulan Mei 2026 melalui BAZNAS Kabupaten Paser sebagai Contoh Teladan
Rahasia Kedermawanan dalam Islam yang Wajib Kamu Tahu
Siswi SDN 007 Tanah Grogot Darmawati Azhari Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari BAZNAS Paser
Siswa SDN 005 Tanah Grogot Rafa Aulia Al Ahmad Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah dari BAZNAS Paser
Kenapa Zakat Belum Maksimal? Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Indonesia
Bapenda Paser Salurkan Infak Rp4,6 Juta dari 79 Pegawai melalui BAZNAS Kabupaten Paser

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Paser.
Lihat Daftar Rekening →